February 14, 2016

Keren! Batu Ini Pancarkan Wi-fi dengan Cara Dibakar

Keren! Batu Ini Pancarkan Wi-fi dengan Cara Dibakar

 Neuenkirchen - Di sebuah area terbuka di hutan Springhornhof terletak museum seni ukir , Neuenkirchen, Jerman. Di tengahnya terdapat bongkahan batu yang mencolok. Namun, yang paling aneh, adalah bagian bawah batu yang berjelaga, seperti habis dibakar.

Bongkahan batu raksasa seberat 1,5 ton tersebut sesungguhnya merupakan karya seni yang berjudul "Keepalive", yang dibuat oleh seniman Aram Bartholl. Batu tersebut sungguhan, namun tak ada yang menyangka bahwa bongkahan tersebut sesungguhnya bisa memancarkan wi-fi. Bagaimana bisa?


Wi-fi tersebut ditenagai oleh generator thermoelectric, atau pengubahan panas menjadi tenaga listrik. Pengunjung bisa membuat api di dekat bongkahan batu untuk menyalakan router di batu. Setelah menyala, batu itu memancarkan wi-fi, pengunjung bisa menyambungkannya dengan smartphone atau gawai lainnya milik mereka, dan mem-browsing serta men-download berbagai konten mengenai strategi bertahan hidup. Mulai dari yang tak teduga, atau tidak berguna.

Laman yang ditawarkan antara lain berjudul, "Panduan Kencan A sampai Z", "Dasar-dasar Anak Cowok 101: Strategi Bertahan Hidup Menjadi Orangtua Cowok Remaja", "Panduan Bercerai Mandiri", "Bertahan Hidup di Tengah Drone", dan "Panduan Steampunk dalam Bercinta". Judul-judul 'nyeleneh' ini akan sering Anda temukan di ebook ilegal yang tersedia di situs berbagi di internet.

Dalam pembelaan sang seniman, kemungkinan besar banyak dari buku-buku itu di-upload oleh pengunjung, bukan dirinya, sejak pengunjung juga bisa berbagi berkas.



Aram Bartholl, seniman asal Berlin ini, telah menciptakan proyek berbagi data secara publik sebelumnya, di tahun 2010. Disebut 'dead drops', proyeknya itu merupakan USB yang dipasang di tembok si tempat umum, yang membolehkan orang-orang meng-upload dan men-download berkas yang mereka inginkan. USB itu masih terpasang di bagian samping sebuah bangunan di New York.

Sedangkan, Keepalive berbeda, berasa di area yang jauh dari perkotaan, dan pengunjung perlu membuat perjanjian sebelum datang. Ini penting, untuk menghindari resiko adanya orang tak bertanggung jawab menyulut api sembarangan.


Judulnya, 'Keepalive' yang diterjemahkan menjadi 'tetap hidup', datang dari istilah teknik untuk pesan yang dikirim antar perangkat internet untuk mengecek sambungan.

"Ini bukan mengenai akses yang mudah," ungkap Bartholl dikutip Amusing Planet. "Ada ide dunia distopia di baliknya, seperti, apakah kita akan membutuhkan ini di masa depan? Atau apakah seseorang akan menemukan yang semacam ini 100 tahun mendatang?

avatar

anevkira batu alami gan lol, nice info gan

Delete February 15, 2016 at 4:41 PM
avatar

klo batu alami w dah lama gg beli paket internet vroh :)
banyak batu dirumah :D

Delete February 15, 2016 at 5:24 PM
avatar

Waikh, ngirit ini ngirit... :v kembali ke jaman batu... tapi batu yang berteknologi... :D

Delete February 16, 2016 at 4:34 AM
avatar

hehehe dah w bilang bro,
klo batu alami, w dah lama gak beli paket internet bro. banyak batu yang bisa w bakar vroh :)

Delete February 16, 2016 at 8:42 AM
avatar

mustahil, nnti ngisi passnya pake apaan

Delete February 17, 2016 at 5:28 PM
avatar

Wah keren beneran gan 2 jempol buat post nya gan

Delete February 17, 2016 at 6:25 PM
avatar

hehehe.. wifi-nya open vroh ngga ada passwordnya
namanya jg wifi jaman batu :)

Delete February 18, 2016 at 7:02 AM
avatar

Oh ada generator khusus ya. Tapi kok bsa gitu ya? Kagum juga nih. Lokasi dimana gan?

Delete February 20, 2016 at 4:02 PM
avatar
Dhimas aji person

hutan Springhornhof terletak museum seni ukir , Neuenkirchen, Jerman gan,

thanks udah mampir

Delete February 21, 2016 at 4:50 PM
avatar
Dhimas aji person

thanks gan,jangan lupa mampir lagi

Delete February 21, 2016 at 4:52 PM
avatar

Jadi pengen punya batu model begitu... tiap hari bisa wifian... dan gak perlu mikir soal kuota ... tancap gas aja download nya.. wkwkwk

Delete February 23, 2016 at 1:04 PM
Gimana pendapat kalian..
Share dibawah :)